Rsud Bangli Dinilai Dalam Ajang Gss-i Tingkat Provinsi Bali Tahun 2011

  • 05 Oktober 2011
RSUD Bangli Dinilai dalam ajang GSS-I Tingkat Provinsi Bali Tahun 2011

Tim penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali, Rabu (5/10) melakukan penilaian di Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. Tim penilai yang diketuai dr. I Gusti Lanang Wishnu Murti, saat kedatangannya di Kabupaten Bangli disambut oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.M.Hum, Direktur RSUD Bangli dr. I Wayan Sudiana, Ketua Penggerak PKK Kab Bangli Nyonya Erik Gianyar dan undangan terkai lainya.
Ketua Tim Penilai Wishnu Murti mengatakan, tujuan Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi secara terpadu dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Untuk itu diperlukan berbagai upaya seperti upaya pengembangan standar pelayanan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna.
          Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi menjadi perlu dievaluasi karena secara nyata memberikan kontribusi dalam menurunkan AKI dan AKB. Yang artinya rumah sakit sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat harus meneankan standarisasi, profesionalisme dan prinsip pelayanan public seperti kesederhanaan, kejelasan, kepastian, waktu, akurasi, keamanan, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan, kesopanan, dan kenyamanan sehingga dapat memaknai secara benar arti pentingnya kesehatan bagi masyarakat.
          Sementara itu Bupati Bangli Made Gianyar mengatakan, anak merupakan generasi penerus bangsa dan menjadi tumpuan serta harapan orang tua, oleh karena itu mereka perlu disiapkan agar kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berperan serta secara aktif dalam pembangunan nasional. Sehingga gerakan sayang ibu dan bayi perlu dilakukan karena sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Pembentukan SDM yang berkualitas sangat ditentukan dari janin dalam kandungan, karena perkembangan tak terjadi selama hamil dan sampai anak berusia lima tahun.
Karena itu Gerakan Sayang Ibu (GSI) diharapkan akan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi. Kelahiran ibu dan anak merupakan salah atu wujud hak asasi perempuan dan anak, sehingga kesehatan ibu dan anak khususnya bayi baru lahir, merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi perempuan dan profesi.
          Melalui Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) dokter, bidan, perawat, manajemen rumah sakit dan semua unsur terkait di Rumah Sakit Umum Bangli dapat bekerja dengan bekerja untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi di Kabupaten Bangli.  Oleh sebab itu Program GRSSI-B diharapkan menjadi momentum untuk peningkatankualitas pelayanan, khususnya terhadap ibu melahirkan dan bayi baru lahir. “kita berharap ibu sehat, anak sehat dan bangsa yang kuat dapat diwujudkan dari Kabupaten Bangli”ungkapnya.
 

  • 05 Oktober 2011

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita